Industri Pariwisata Bersatu Menuntut Pajak Penerbangan yang Fair


JAKARTA- Kalangan industri pariwisata bersatu untuk pertama kalinya untuk mengkampanyekan pajak penerbangan yang wajar dari pemerintah. Dengan harga minyak mencapai rekor tertinggi pekan ini, kampanye ini menyerukan pemerintah untuk menghentikan kenaikan lebih lanjut dalam pajak penerbangan.Seperti dikutip Traveldailynews.com, pekan ini, di Inggris pendapatan dari Air Passenger Duty (APD) meningkat sebesar 2.600 persen sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994. Tahun 2011, sebanyak 2,2 miliar poundsterling dari bisnis perjalanan dan pariwisata masuk ke pundi-pundi Departemen Keuangan. Namun pemerintah Inggris telah menyatakan niat untuk menaikkan pajak  1,4 miliar  poundsterling hingga tahun 2015.

Sebuah survei baru yang dilakukan ComRes untuk ABTA, yang merupakan ujung tombak dalam kampanye ini, publik Inggris mengungkapkan bahwa tingkat pajak terbaru ini telah “keterlaluan”. Hampir dua pertiga dari konsumen (63 persen) percaya level saat ini terlalu tinggi, 21 persen mengatakan ini adalah sekitar tingkat yang tepat, dan hanya 5 persen pikir itu terlalu rendah. Peningkatan tarif pajak penerbangan akan menghadapi penolakan keras dari konsumen.

Dalam surat terbuka kepada Kanselir George Osborne, kampanye menyampaikan “Five Tests” yang wajar kepada kanselir untuk dipertimbangkan mempersiapkan Anggaran Maret-nya, yang diluncurkan pada kampanye media social, dan mengundang public untuk mendukung Fair Tax on Flying pada situs facebook dengan alamat http://www.facebook.com/afairtaxonflying.

Wisatawan atau pelaku perjalanan bisnis yang terbang dari Inggris membayar jauh lebih tinggi pajak penerbangan di Eropa. Lima negara-negara Eropa mencatat retribusi pajak penerbangan tapi pada tingkat signifikan lebih rendah dari Inggris. Sebagai contoh, sebuah keluarga dengan empat orang terbang dari Inggris ke Florida membayar  240 poundsterling, sedangkan jika mereka terbang ke Australia mereka membayar 340 poundsterling. Bandingkan sebuah keluarga Irlandia yang hanya membayar 11 poundsterling untuk tujuan yang sama, atau sebuah keluarga Perancis yang hanya membayar 15 poundsterling.Bahkan untuk penerbangan di Eropa, penumpang Inggris membayar 12 kali lebih banyak dalam pajak dibandingkan keluarga Perancis.

Penelitian lain yang ditugaskan ABTA juga menunjukkan tiga dari dari empat penumpang udara tidak tahu berapa banyak mereka membayar pajak. Hal ini diduga karena kurangnya kesadaran di kalangan konsumen, sehingga memberikan pintu terbuka bagi pemerintah untuk melakukan peningkatan pajak terus-menerus. Semua harga APD dibayar oleh penumpang yang dua kali lipat pada tahun 2007, dan meningkat lebih dahsyat lagi pada tahun 2009 dan 2010.

Juga mengkhawatirkan dampak tingkat kenaikan pajak penerbangan terhadap perekonomian Inggris. Sejak tahun 2007, ketika pemerintah mulai memperkenalkan serangkaian kenaikan yang signifikan dalam pajak, jumlah penumpang udara dari Inggris telah turun 22 persen, dari 81 juta per tahun pada 2007 menjadi 63 juta per tahun pada tahun 2010.

Posisi Bandara Heathrow, yang selama ini dikenal tersibuk dan hub utama internasional Inggris, telah jatuh dari posisi 1 di Eropa menjadi ke peringkat 5. para pengunjung ke Inggris yang harus membayar pajak saat mereka pulang mengkhawatirkan apalagi menjelang Olimpiade 2012. Pemerintah di Denmark, Swedia, Malta dan Belanda telah melakukan revisi pajak penerbangan mereka, setelah menilai dampak ekonomi yang negatif terhadap ekonomi mereka. (paip)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s