Mesir dan Tunisia Rusuh, Kemana Wisatawan Memilih Destinasi Pengganti?


Oleh Pusat Analisis Informasi Pariwisata

DUA negara di Afrika Utara, yang memiliki pantai indah  Laut Mediterania yakni Tunisia dan Mesir dilanda instabilitas politik dan keamanan, yang berdampak pada ekonomi keduanya. Meski tidaklah bagus mengharapkan rejeki nomplok melalui penderitaan yang dialami negara tetangga, namun penting untuk diketahui kemanakah para wisatawan itu kemudian memilih destinasi pengganti saat krisis terjadi?

Tunisia dan Mesir merupakan dua negara yang sama-sama mengandalkan sector pariwisata bagi perekonomian mereka. Dengan menerima sekitar 13 juta wisatawan asing tahun 2009 lalu, sektor ini menyumbang 11 persen gross domestic product (GDP) Mesir, memasok devisa 14,7 miliar dolar AS dan menjadi tumpuan kerja 12 persen dari angkatan kerja yang ada. Mesir, yang berpenduduk 82 juta jiwa, merencanakan akan meraih 25 juta wisatawan asing pada tahun 2020.

Sementara untuk Tunisia, yang berpenduduk 11 juta jiwa,  sektor pariwisata menyumbang 7 persen GDP, dengan menciptakan 370.000 tenaga kerja tahun 2009, dan dikunjungi 7 juta wisatawan pada tahun itu. Tunisia sendiri telah menargetkan akan terjadi 10 juta kunjungan wisatawan asing pada tahun 2015.

Krisis politik yang dihadapi kedua negara ini memang memberikan dampak mematikan bagi pariwisata, apalagi kejadiannya hampir bersamaan yang dimulai dari Tunisia, bahkan pada puncak musim kunjungan yakni bulan Desember hingga Januari. Belum lama ini, Wapres Mesir Omar Suleiman menggambarkan sekitar satu juta wisatawan kabur dari negara itu pada sembilan hari pertama aksi demonstrasi yang menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak. Kaburnya jutaan wisatawan itu menyebabkan hilangnya sekitar satu  miliar dolar. Belum lagi dengan rusaknya sejumlah infrastruktur dan

Kita dapat menduga, meski Presiden Ben Ali di Tunisia dan Presiden Hosni Mubarak di Mesir sudah tidak lagi menjabat presiden, seperti tuntutan demonstran, namun belum berarti gesekan keamanan akan segera reda juga. Masyarakat akan tetap mengawal proses politik berikutnya agar berjalan sesuai dengan keinginan mereka, dan hal itu menjadi pertanda pemulihan pariwisata kedua negara masih akan sulit untuk terwujud dalam waktu singkat ini. Hal semacam ini tentunya telah diantisipasi para operator perjalanan di lapangan, yang tentu tidak ingin bertaruh.

Pertanyaannya, kemana larinya para wisatawan yang sebelumnya sudah memutuskan untuk berwisata ke kedua negara? Adakah kemungkinan mereka memilih alternatif destinasi yang sama sekali berbeda dengan karakteristik destinasi Mediterania dengan kekayaan seni budaya yang sama sekali berbeda?

Kalau dilihat, sejauh ini sejumlah destinasi pengganti yang secara jarak memang tidak terlalu jauh, memang sangat potensial, yakni Spanyol, Turki, Yunani, Siprus, atau ke Baratnya lagi yakni Maroko. Termasuk juga pesaing utama yang kini sedang melaju pesat yakni Qatar, meski secara fisik memang memiliki karakter yang cukup berbeda karena posisinya lebih ke Tenggara di Teluk Persia.

Perlu diperhatikan bahwa aspek yang jauh lebih penting rupanya adalah soal budget. Faktor harga atau biaya wisata menjadi sangat menentukan, selain melihat latar belakang negara asal negara wisatawan yang berkunjung ke dua negara tersebut.

Untuk Tunisia, selama ini dominasi warga negara Perancis cukup besar atau lebih 1 juta orang, disamping Rusia dan negara-negara Eropa Timur. Sedangkan Mesir, wisatawan asal Rusia dikenal sebagai wisatawan fanatik mencapai 2 juta orang per tahun ke negeri Seribu Menara itu, selain Inggris sekitar 1,4 juta orang pada tahun 2009.

Dari banyak destinasi alternatif, dari laporan yang ada terakhir ini, dua nama menjadi begitu popular yakni Spanyol dan Turki, selain Yunani dan Siprus. Spanyol yang mengukuhkan sebagai destinasi terbesar dengan kunjungan 52 juta wisatawan per tahun, terakhir ini mengkampanyekan program 55+ atau program wisata untuk para pensiunan, mengacu kepada fakta penduduk Eropa yang sepertiganya berusia lebih 50 tahun, memiliki alasan bagus untuk melakukan negosiasi bagi para wisatawan grup maupun individual, dengan menawarkan Kepulauan Canary yang ada di sebelah Barat Maroko, sebagai pesaing langsung pantai yang dimiliki Mesir dan Tunisia.

Hanya saja persoalan harga menjadi persoalan utama, karena lebih mahal dibandingkan dengan destinasi lain, misalnya Turki, Yunani, Siprus. Hal ini menjadi negosiasi penting bagi para operator dengan pihak hotel di destinasi itu.

Belum lama ini, asosiasi industri pariwisata Rusia, Russian Union of Tourist Industry telah mengeluarkan imbauan untuk wisatawannya yang batal berkunjung ke Mesir dan Tunisia  memilih Yunani dan Ciprus. Hal ini karena disana relatif lebih murah dibandingkan tetap memilih Mesir dan Tunisia, dengan kenaikan harga paket wisata di Rusia sekitar 15 persen dari harga sebelumnya.

Sedangkan Polandia, masih tetap menjatuhkan pilihan ke Turki dan Spanyol. Alasannya karena kedua destinasi itu menawarkan kualitas tinggi namun dengan harga relatif murah.

Bagaimana dengan destinasi di Indonesia, seperti Bali? Berharap sih boleh, tapi agaknya itu terlalu jauh. Sulit untuk membayangkannya kalau sampai ada eks atau calon wisatawan Mesir dan Tunisia, yang umumnya berasal dari Eropa dan Eropa Timur itu nyasar ke sana. Apalagi faktanya belum ada upaya apapun yang kita lakukan untuk membuka peluang itu, tidak seperti yang dilakukan Spanyol, Turki, Yunani maupun Siprus. []

One thought on “Mesir dan Tunisia Rusuh, Kemana Wisatawan Memilih Destinasi Pengganti?”

  1. wisatawan eropa memiliki karakteristik sense yang sangat tinggi dalam memilih ODTW yang akan dikunjungi, waktu kunjungan yang tinggi serta spend of money yang besar akan meningkatkan devisa sebuah negara, teringat akan bali di era 60 s/d 80an dimana kunjungan mereka menempati urutan pertama sebagai origin (negara asal), itu karena pada saat itu pariwisata kita sungguh fokus pada alam dan budaya, tidak seperti sekarang yang hanya mengandalkan bentuk wisata minat khusus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s