Dekade Mendatang Teknik Penjualan dan Promosi Pariwisata Tradisional akan Mati


JAKARTA- Dekade mendatang akan menjadi kematian teknik penjualan dan promosi tradisional, menurut pimpinan Biro Konvensi Pariwisata Paris, Raul Roll. Berbicara pada sebuah pertemuan pimpinan pariwisata ibukota negara-negara Eropa, Roll mengatakan, pemasaran kantor-kantor pariwisata kota dan biro konvensi akan berubah drastis.

Promosi, menurut dia, sedang menuju akhir, sedangkan informasi akan kembali mengambil posisinya. Pandangan dan laporan dari ahli-ahli pemasaran menunjukkan konsumen dan bisnis sepertinya menunjukkan peningkatan imunitas bagi penjualan tradisionil dan lebih mencari pendekatan langsung dan mengejar nilai dari setiap anggaran yang mereka kucurkan.

“Saat orang-orang melakukan penyaringan pesan-pesan penjualan, destinasi butuh lebih keras untuk menarik perhatian,” kata David Miller, direktur kreatif pada agen pemasaran online THREE-SIXTY yang mengkhususkan diri pada pelanggan online.

“Sebuah cara yang bagus bagi mereka untuk melakukan ini adalah mendedikasikan satu bagian dari situs web kepada pelanggan mereka, memberikan informasi penting bahwa audiens  mereka akan menemukan nilai berharga, dan membiarkan mereka tahu tentang hal itu melalui newsletter email biasa, didukung oleh media sosial. Upaya ini dengan mempertahankan kontak teratur dan membangun loyalitas. Dan itu hanya berlaku baik untuk tujuan pemasaran seperti di setiap sektor bisnis. ”

Faktanya, media sosial menjadi toik dalam diskusi, selain mengenai pasar China, komunikasi selular, pemotongan belanja publik dan kompetisi dari lembaga pesanan pihak ketiga.

Pemasaran ini juga menarik perhatian Olle Zetterberg, kepala eksekutif Kawasan Bisnis  Stockholm, yang menekankan pentingnya branding kota dan kebutuhan untuk mengeksploitasi sinergi  pemasaran untuk menarik pengunjung.
Secara keseluruhan, pada pertemuan European Cities Marketing (ECM) juga dilaporkan, setelah mengalami hambatan dari sisi permintaan pada 2008-2009, tahun 2010 ini tampaknya mulai perbaikan.

Meskipun mereka yakin tidak akan ada pertumbuhan dua digit sebagaimana yang dialami sejumlah negara pada 1990-2007, namun untuk tahun 2011diprediksi hanya bertumbuh 5 persen, dan sepanjang dekade ke depan, fokus geografis yang dominan dari pariwisata bisnis.

Para petinggi pariwisata itu juga melihat secara domestik dan internasional perlu dicermati negara-negara yang memberikan dukungan, seperti China, India dan Afrika Selatan. (paip)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s