Masa Depan Industri Hotel Semakin Cerah


JAKARTA- Pertubuhan Industri perhotelan diyakini lebih baik daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan untuk tahun 2011 diperkirakan akan mengalami lebih tinggi lagi, menurut proyeksi dari Smith Travel Research, pekan lalu.

Dua dari tiga metrik utama yang digunakan untuk menentukan kinerja industri hingga akhir tahun dengan catatan positif. Tingkat hunian akan naik 5,3 persen menjadi 57 persen, sedangkan pendapatan per kamar yang tersedia ini diharapkan akan mencapai 5,2 persen menjadi 56,23 dolar AS. Tingkat rata-rata harga harian pada 97,92 dolar AS. Selanjutnya, supply akan meningkat sekitar 2 persen untuk tahun 2010, sementara demand diproyeksikan hingga akhir tahun melompat ke atas 7,4 persen.

“Tingkat permintaan yang tinggi itu menjadi kejutan menyenangkan, dan menjadi pendorong pada tahun-tahun yang telah kita lalui,” kata Mark Lomanno, presiden STR, Hendersonville, Tenn, dalam siaran persnya. “Para pelaku bisnis perhotelan perlu mengambil keuntungan dari kekuatan harga mereka telah diberikan karena permintaan yang meningkat itu. Perkiraan kami akan terjadi gerakan menuju tingkat harga yang meningkat pada 2011. ”

STR, seperti dikutip dalam situsnya, strglobal.com, memperkirakan untuk tahun 2011 tingkat hunian akan naik 1,6 persen menjadi 58,3 persen, ADR akan meningkat 3,9 persen menjadi 101,73 dolar AS, dan RevPAR akan naik 5,5 persen menjadi 59,35 dolar AS pada akhir tahun 2011. Supply akan meningkat 1 persen, sementara demand akan melompat 2,5 persen.

Untuk Indonesia, sejumlah kalangan memperkirakan bisnis perhotelan akan memasuki tingkat pertumbuhan baru yang semakin tinggi menyusul kondisi ekonomi yang semakin baik dan peluang besar yang terbuka pada pasar hotel bertarif ekonomis (budget hotel).

Seperti disampaikan Vice President Jones Lang Lasalle Bagian Riset Hotel Djodi Trisusanto belum lama ini, mengatakan hotel kelas menengah,seperti bintang tiga dan empat, menguasai 40 persen pangsa pasar (market share). Kemudian budget hotel sebagai hotel dengan kualitas paling bawah dengan pangsa pasar hingga 25 persen.

Menariknya, permintaan hunian budget hotel cenderung bertumbuh pada masa mendatang, dan sangat besar berasal dari kalangan wisatawan atau pelancong yang transit sementara. “Segmen budget hotel termasuk gemuk, setelah hotel bintang tiga dan empat yang selama ini mendominasi pasar industri perhotelan di Tanah Air. Budget hotel perkirakan mencapai pangsa pasar 25 persen sepanjang 2010,” ungkapnya.

Pengamat ekonomi Anggito Abimanyu memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 akan mencapai 6,3 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya namun diperlukan manajemen risiko yang juga diprediksi lebih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi 2011 yang diprediksi lebih tinggi dari 2010 di angka 5,9 persen akan diikuti dengan risiko yang tinggi, katanya dalam Seminar “Economic and Industry Outlook 2011″ di Jakarta.

Terkait agresifnya pertumbuhan hotel di Indonesia, Tauzia Hotel Management, diketahui akan memperbanyak bisnis penginapan dengan mengembangkan 23 hotel hingga 2012. Jumlah tersebut terdiri atas 15 unit Hotel Harris dan delapan unit POP Harris.

Daerah yang menjadi lokasi POP Harris Hotel di antaranya Denpasar, Bali (2010), Bandung, Semarang, Makassar, Surabaya (2011), Jakarta Airport (2011), Manado (2011), Kuta Bali (2011), Denpasar Jalan Cokroaminoto (2012), dan Yogyakarta (2012).

Tauzia Hotel Management didirikan pada 2001 sebagai pionir konsep hotel mandiri dengan slogan simple, unique, and friendly. Manajemen Tauzia menargetkan bisa mengelola 15 Harris Hotels Resorts dengan 3.200 kamar hingga 2012.

Grup Santika pada 2011 berencana membangun 11 Hotel Amaris antara lain di Legian Bali, Bogor (Jalan Pajajaran), Surabaya (Jalan Embong), dan Jakarta. Sementara itu ada lima Hotel Santika yang akan dibuka pada tahun 2011 yaitu di Surabaya (Jalan Jemursari), Surabaya (Gubeng), Tasikmalaya dan Bengkulu. Serta Ambarukmo Jogja, hotel bintang empat plus dengan status managed by Santika.

Sementara jaringan hotel Accor dari Perancis, yang sejak lama memiliki produk hotel bintang dua, yaitu Formule-1, pada tahun 2011 akan membangun empat hotel Formule-1 di Sunset Boulevard (Bali), Jalan Pierre Tendean (Semarang), Jalan Solo (Yogyakarta), dan Jakarta Barat. Tahun 2012, Imelda akan membangun Hotel Formule-1 di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. (paip)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s