Budpar, Nafsu Besar Tenaga Kurang?


Suara Karya, 20 Agustus 2010

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) mengusung delapan program utama dalam periode 2009-2014. Di bidang kebudayaan, pihak kementerian menitik-beratkan pada pembangunan budaya, seni, dan perfilman serta kesejarahan, kepurbakalaan, dan permuseuman. Sedangkan di bidang kepariwisataan, kementerian ini lebih berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata dan pemasaran (promosi).

 Apa yang sudah dicapai kementerian ini dalam kurun hampir satu tahun terakhir masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II? Sejumlah pengamat dan praktisi budpar menilai, masih banyak program yang belum dicapai oleh kementerian yang dinakhodai Jero Wacik ini. Ibarat napsu besar tenaga kurang, kementerian ini masih menghadapi banyak kendala untuk menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai primadona sekaligus daya tarik di mata dunia dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Misalnya, menyiapkan karya-karya budaya agar diakui UNESCO, tahun kunjungan museum yang masih belum terlihat geregetnya, serta pembentukan karakter bangsa yang belum banyak menyentuh pada generasi muda. Meski demikian, harus diakui pula bahwa selama dua kali masa jabatan sejumlah target tercapai, seperti terlampauinya target 7 juta wisatawan mancanegara dalam Visit Indonesia Year 2009 dan 2010 yang masih berlangsung empat bulan lagi.

Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah, mengatakan, dalam RAPBN 2011 Kemenbudpar memperoleh peningkatan anggaran sebesar Rp 2,055 triliun atau naik hingga 27,22 persen dibanding tahun lalu. Kendati meningkat, ia tidak yakin anggaran sebesar itu bisa mendongkrak peningkatan program dan kinerja kementerian ini.

 “Contoh saja, Kemenbudpar menyiapkan 160 karya seni dan budaya untuk memperoleh pengakuan dari badan dunia UNESCO. Itu, kan, masalah yang tidak mudah dicapai mengingat proyek ini memerlukan kajian dan penilaian yang tidak sederhana,” kata anggota Fraksi Partai Golkar itu kepada Suara Karya, di Jakarta, kemarin.

 Sekarang saja, menurut Ferdiansyah, baru ada tiga karya bangsa yang diakui badan dunia PBB itu, yaitu wayang (2003), keris (2005), dan batik (2009).

 Selain itu, masih banyak program yang belum kelihatan geregetnya, seperti Tahun Kunjungan Museum 2010. “Dalam rapat kerja nanti saya akan mengkritisi itu. Saya juga akan menanyakan bagaimana cara memanfaatkan anggaran yang terbatas. Formatnya seperti apa?” kata mantan aktivis DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) itu.

 Wisata Tematik

 Sementara itu, Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Pimpinan Pusat Asita (Association of the Indonesia Tours and Travel) Nicolaus Lumawau mengatakan, pembangunan pariwisata Indonesia perlu lebih terprogram dan terfokus hingga 2014. Ini mengingat pada periode lalu banyak momen yang belum berhasil dimanfaatkan Kemenbudpar.

 Kemenbudpar, kata Nicolaus, sejauh ini sudah melakukan rapat dengan kalangan pemangku kepentingan (stakeholder) guna menyusun paket tematik untuk mendukung program destinasi pariwisata. “Secara konseptual sudah bagus karena mengusung paket tematik dalam rangka menjadikan magnetik (daya tarik). Tapi, implementasi di lapangan masih banyak menemui kendala. Kita harapkan program yang sudah disusun ini tidak putus di tengah jalan seperti yang sudah-sudah,” kata Nicolaus Lumawau.

 Sedangkan Direktur Pusat Analisis Informasi Pariwisata Jones Sirait menilai, Menbudpar belum mampu memanfaatkan momentum. Misalnya, dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), relatif kamtibmas terkendali dan stabilitas keamanan terjaga.

Banyak tokoh dan pelaku terorisme ditangkap. Momentum ini sebenarnya sangat bagus untuk memulihkan pariwisata kita yang sempat terpuruk sejak ledakan Bom Bali 2002. Ini sangat mengherankan,” kata Jones. (Sadono Priyo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s