Program Tahun Kunjungan Perlu Dievaluasi


BISNIS INDONESIA
JAKARTA -Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap program Visit Indonesia Year 2009 dan proqram lainnya sebelum meluncurkan program baru pada tahun ini.

Pemerhati masalah pariwisata Jones Sirait mengatakan sebuah program yang berkelanjutan tanpa evaluasi berpotensi mengulangi kegagalan dan menghilangkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

“Sejak 2005 ada banyak program yang dilempar ke publik, tapi tak jelas kabarnya dan tidak pernah terdengar hasil evaluasinya, padahal sangat penting mengetahui letak kekuatan dan kelemahan sebagai pembelajaran tahun berikutnya. Seperti pelaksanaan VTY 2008 belum ada evaluasi, tapi kemudian dilanjutkan ke ITY 2009,” katanya seperti dikutip Antam, kemarin.

Jones yang juga Direktur Pusat Analisis Informasi Pariwisata menyayangkan sikap Menbudpar yang tidak memberikan porsi pelaksanaan evaluasi ini sebagai program 100 hari. Begitu juga dengan pembentukan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang terkesan diulur-ulur, padahal sepantasnya masuk dalam prioritas 100 hari kementerian itu.

Jones mengakui kesinambungan VTY dari tahun ke tahun sejak 2008 merupakan upaya lain dalam mendongkrak anggaran yang selama ini dirasakan sangat minim. Namun, kata dia, peningkatan anggaran pariwisata secara signifikan tanpa disertai prestasi yang memadai justru akan mengundang tanda tanya besar

“Sekali lagi Depbudpar jangan memberikan contoh buruk, apalagi sejumlah daerah saat ini sudah meluncurkan tahun kunjungan untuk daerah mereka. Mereka nanti bisa berdalih pusat saja tidak serius apalagi mereka,” katanya.

Berkait an dengan review pembangunan kepariwisataan 2009 dan prediksi pariwisata Indonesia 2010, selain soal evaluasi, Jones juga mempersoalkan statistik

kunjungan pariwisata, baik internasional maupun domestik selama 5 tahun terakhir. “Apakah jumlah itu memang benar seperti di lapangan atau seperti dicurigai berbagai kalangan sebagai angka pesanan?”

Pada 2010, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tembus aiigkan 7 juta. “Dari mana itu? Saya pikir kita perlu siap-siap saja muncul klaim dari sisi kunjungan tidak terpenuhi tapi devisa naik,” katanya.

Untuk kejelasan terkait angka-angka statistik ini. Pusat Analisis Informasi Pariwisata akan mengadakan investigasi sejauh mana kebenaran klaim pemerintah itu, tenitama sejak 2005 sampai 2009.

Kesalahan kita selama ini adalah terlalu percaya begitu saja, tanpa ada upaya untuk menyuguhkan data-data pembanding. Jadi kami sedang menggarap bidang ini, sehingga publik tahu apakah ada unsur pembohongan publik atas semua klaim itu.”

Tidak siap

Sementara itu, Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar menyayangkan ketidaksiapan industri pariwisata Indonesia menjaring lebih banyak wisatawan Belanda ke Tanah Air, padahal awal tahun ini RI menjadi negara mitra penyelenggaraan Vakan-tiebeurs yang akan diadakan pada 12-17 Januari 2010 di Utrecht, Belanda. “Menjadi country partner merupakan suatu terobosan untuk menjaring sedikitnya 1,6 juta warga Belanda keturunan atau berkaitan dengan Indonesia. Di samping itu, lewat Vakantiebeurs kita juga menjaring pasar Eropa karena ini adalah salah satu bursa wisata terbesar di Eropa,” ujarnya di tempat terpisah.

Mengawali tahun baru ini, pihaknya melakukan terobosan dalam pemasaran pariwisata di luar negeri dengan menjadi negara mitra kegiatan bursa wisata di Belanda itu. Sayangnya, kata Sapta, kalangan industri wisata belum memiliki paket lengkap untuk menjaring wisatawan Belanda ini dari segmen umun

“Selama ini wisatawan Belanda yang datang lebih banyak kalangan wisatawan lanjut usia [lansia] untuk wisata nostalgia dan overiandwur Sumatra-Jawa-Bali. Padahal potensi 1,6 juta warga keturunan maupun yang berkaitan dengan Indonesia itu ada usia anak-anak, remaja, dewasa, lansia, dan profesional muda.”

(HILDA SABRI SULISTYO) \redaksl@sbisms.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s