Destinasi Pantai Teluk Thailand dan Pantai Timur Sumatera (2)


Oleh Pusat Analisis Informasi Pariwisata

Berdasarkan data kejadian tsunami, Indonesia setidaknya mengalami empat kejadian tsunami akibat letusan gunung berapi, dan 17 kali akibat gempa tektonik. Tsunami akibat letusan gunung berapi yang terbesar adalah akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, yang rambatan gelombangnya sampai ke pantai barat dan selatan Pulau Kalimanatan, pantai selatan Sumatera, dan pantai utara barat Jawa. Selanjutnya tsunami yang terjadi di pantai utara Nusa Tenggara Barat, di pantai selatan Nusa Teggara Timur dan Sulawesi Utara.

Sedangkan tsunami yang diakibatkan oleh gempa tektonik terjadi di pantai barat dan selatan Sumatera; empat kali di pantai timur Sumatera; enam kali di selatan pantai Jawa; lima kali terjadi di pantai Jawa; 10 kali terjadi dipantai selatan dan utara Nusa Tenggara; dua kali terjadi di pantai utara Timor; satu kali terjadi di Pantai utara dan abrat pulau Papua.

Perlu diingat bahwa tsunami yang mampir ke pantai timur Sumatera itu hanya sebatas pada pantai timur di bagian utara (Aceh, Sumatera Utara), dan bagian selatan (Lampung), dan jarang terdengar tsunami sampai merusak ke pantai timur Sumatera bagian tengah (Kepri, Sumsel, Riau), plus Bangka Belitung tapi dengan sejumlah catatan.

Ada yang mengatakan Belitung tidak akan pernah diterjang tsunami. Klaim ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, tidak sepenuhnya juga salah, tergantung dari sisi mana dari pulau itu yang akan ditinjau. Namun faktanya, dua pulau ini memang memiliki posisi yang terbuka, di sisi utaranya ke Laut China Selatan, dan di selatan ke Laut Jawa/Selat Sunda. Hanya saja, yang menguntungkannya adalah sisi terbuka ke utara itu masih dihadang sejumlah pulau-pulau, seperti Natuna.

Jika misalnya terjadi gejolak vulkanik maupun tektonik di Selat Sunda (Krakatau), maka sisi selatan, timur dan barat bisa terimbas, namun di sisi utaranya (Tanjungpandan) akan ’aman’. Begitu juga Pulau Bangka, bagian selatan pulau ini juga akan terkena imbas, namun di sisi utara (Belinyu, Pangkal Pinang, Sungai Liat dan lainnya) akan ’aman’. Sebaliknya, jika terjadi tsunami dari arah utara, maka bagian selatan pulau-pulau ini akan aman.

Pernyataan ini, sekali lagi, tidak perlu membuat ketakutan. Para ahli sendiri masih berdebat seputar kemungkinan terulangnya kembali tragedi Krakatau, baik menyangkut kapan waktunya maupun kekuatannya.

Dapat disebut pantai timur Sumatera khususnya di bagian tengah memang relatif aman dari gangguan tsunami, meski pun getaran gempa dari sisi timur Sumatera sering terasa juga, meski tidak terlalu merusak.

Seperti disebut sebelumnya adalah pantai-pantai timur Riau, Kepulauan Riau (bagian selatan), Sumatera Selatan (bagian utara), dan beberapa bagian dari pantai kepulauan Bangka-Belitung, hingga Sumatera Utara bagian timur (sebelah selatan Tanjung Balai hingga ke perbatasan Riau) sangat beralasan untuk dikembangkan sebagai satu kesatuan dalam pengembangan destinasi wisata Indonesia di bagian Barat.

Daerah pantai dan pulau ini perlu mendapat perhatian bagi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang terkait untuk dikembangkan bersama ke dalam satu kesatuan pembangunan yang terintegrasi. Hal itu perlu dilakukan mengingat perkembangan destinasi pantai di bagian utara (Teluk Thailand) dan berbagai peran strategis Singapura dan Malaysia yang hanya sejauh pandang saja dari destinasi ini. Dalam setiap kali pembicaraan pariwisata ASEAN, destinasi ini harus menjadi ”dagangan” yang harus dimainkan para pihak yang terlibat di dalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s