Aspek Lain dari Surat Edaran Menbudpar soal Batik, Keris, Wayang


Pusat Analisis Informasi Pariwisata

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengaku sudah mengirimkan surat edaran ke semua rumah, hotel, gedung, termasuk kedutaan-kedutaan untuk memajang batik, keris, dan wayang di lobinya. Hal itu dikatakan Jero Wacik, di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Jumat (5/2), terkait dengan upaya Indonesia melestarikan tiga warisan budaya yang sudah mendapat sertifikat dari UNESCO beberapa waktu lalu.

Kita belum melihat efektivitas surat edaran Jero Wacik itu saat ini, tapi bagaimana pentingnya upaya itu? Bagaimana pula mengatasi kemungkinan terjadinya ”kekeliruan” di dalamnya?

Beberapa tahun lalu, kami juga mengusulkan perlunya ”tindakan kecil namun berdampak besar” segera dilakukan oleh Kementeri Budpar. Misalnya, pengenalan kekayaan seni budaya asli daerah di setiap fasilitas publik. Dimulai dari bandar udara, sopir taksi, billboard di jalan-jalan utama, pusat perbelanjaan, perkantoran, terkhusus para karyawan yang terkait dengan pariwisata, baik hotel, travel, pamandu dan lainnya, untuk mengadopsi kekayaan seni-budaya lokal dan kalimat-kalimat yang menunjukkan kearifan lokal, minimal dengan bahasa Inggris. Bisa dalam bentuk seragam kerja, arsitektur bangunan, pemilihan warna, huruf dan lainnya.

Daerah-daerah juga perlu menonjolkan kekayaan daerahnya di luar seni budaya ataupun kekayaan kuliner yang sudah marak sekarang. Seperti  flora dan fauna. Pohon khas daerah, misalnya, tak ada salahnya jika ditanam di jalan-jalan, dan halaman perkantoran, sehingga masyarakat bukan hanya akan ingat daerah itu tapi juga mendorong upaya pelestariannya.

Pakaian adat daerah menjadi simbol menarik di sini. Alangkah indahnya jika dalam suatu hari dalam sepekan, pejabat tinggi hingga pegawai rendah di kantor pemerintahan mengenakan pakaian tradisional mereka dengan disain yang nyaman dan layak dipandang. Bila perlu dalam menerima tamu-tamu tertentu, pejabat mengenakan pakaian nasional atau daerahnya.

Begitu juga dengan moto atau brand daerah, harus diubah; tidak lagi sekadar ”Jakarta BMW”, ”Teguh Beriman”, ”Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera”, ”Tertib, Aman” dan sejenisnya, tapi lebih konkrit, dan mendorong ketertarikan untuk mengunjunginya. Jakarta, misalnya, sudah mencoba berubah dengan taqline ”Enjoy Jakarta”, meski dalam satu dan lain hal ada kesan ”terlalu santai” itu jadi negatif juga karena kurang mendorong ke arah kota yang sibuk, disiplin, atau kota jasa yang cepat dan dinamis. Meski begitu ada kemajuan daripada sekadar ”BMW”, istilah Wiyogo Atmodarminto, gubernur DKI Jakarta saat itu yang tidak lain adalah ”Berih, Manusiawi, Berwibawa).

Kembali ke soal surat edaran Menteri Kebudayan dan Pariwisata Jero Wacik tadi, adalah akan negatif jika terkesan penonjolan batik, wayang dan keris tadi sebagai upaya untuk menutupi semangat daerah-daerah untuk mengembangkan kekayaan seni-budaya, alam dan sosial daerahnya masing-masing. Kami yakin tidak ada maksud untuk hal itu. Tapi, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata perlu pula untuk memberikan surat edaran kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengembangkan kekayaan daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya pengembangan kebudayaan dan pariwisata daerah.

Sebagai contoh, penggunaan batik untuk petugas hotel, misalnya, perlu diselingi dengan penggunaan uniform lokal untuk hari-hari tertentu. Di DKI Jakarta, misalnya, betapa indahnya jika penggunaan seragam batik pada satu hari diselingi dengan penggunaan seragam baju tradisional Betawi untuk hari lain. Begitu juga untuk perangkat kekayaan seni budaya lainnya, bisa dengan apik ditampilkan di berbagai sudut kota.

Kita jelas mendukung dan bangga dengan batik, keris dan wayang. Kita ingin melestarikannya. Tapi, kita harus memberikan kesempatan juga bagi kekayaan seni budaya daerah, yang kita percaya merupakan bagian dari seni dan budaya Indonesia yang luhur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s