Indeks Daya Saing Pariwisata 2011, Indonesia Peringkat 70, Malaysia 35

Posted on


JAKARTA- Word Economic Forum (WEF) akhirnya merilis indeks daya saing pariwisata atau Tourism Competitiveness Index (TTCI). Dalam indeks yang dikeluarkan pekan ini di Global Tourism Forum 2011 (GTF) yang diselenggarakan di Andorra, Indonesia masih berada di posisi “menyesakkan” untuk tingkat global bahkan di kawasan Asia Pasifik.Posisi baru Indonesia berada pada ranking 70 dari 139 negara, posisi yang tidak terlalu berpaut jauh dari Vietnam yang berada di posisi 80. Negara tetangga lain, yakni Singapura berada di ranking 10, kemudian Malaysia (35), Thailand (41), Filipina (94), dan Timor Leste (134).

Posisi Malaysia ini menurun dari tiga peringkat dari tahun sebelumnya (2009) yang saat itu berada di peringkat 32. Sementara Indonesia mengalami peningkatan 11 peringkat, dari sebelumnya mencatatkan diri di posisi ranking 81 dunia.

Jika dilihat per kawasan, Singapura berada di posisi teratas (rank 1/ dunia rank 10), kemudian berturut-turut di bawahnya adalah Hongkong (2/dunia 12), Australia (3/13), Selandia Baru (4/19), Jepang (5/22), Korea (6/32), Malaysia (7/35), Taiwan (8/37), China (9/39), Thailand (10/41), Brunei (11/67), India (12/68), Indonesia (13/74), Vietnam (14/80), sementara Timor Leste (26/134).

Laporan Travel & Tourism Competitiveness 2011 mengukur dan menganalisis daya saing pariwisata dan perjalanan dalam ekonomi di seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan bahan yang berguna bagi pemerintah dan para pemimpin bisnis dalam mengatasi kendala daya saing mereka dalam pariwisata. Laporan mencakup analisis peringkat Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI), yang bertujuan untuk mengukur faktor-faktor dan kebijakan yang membuatnya menarik untuk mengembangkan sektor pariwsiata di 139 negara industri dan berkembang.

Dalam laporan tahun ini, Swiss, Jerman dan Perancis memiliki lingkungan yang paling menarik untuk mengembangkan industri perjalanan dan pariwisata. Austria, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol dan Singapura berada di peringkat 10 besar.

Untuk kawasan, selain Singapura peringkat 1 di Asia Pasifik, tercatat juga Amerika Serikat peringkat 1 di kawasan Amerika, dengan Kanada dan Barbados di peringkat 2-3; Uni Emirat Arab, Bahrain dan Qatar peringat 1-3 untuk kawasan Timur Tengah; Mauritus, Afrika Selatan dan Namibia peringkat 1-3 di kawasan Afrika; dan Swis, Jerman dan Perancis peringkat 1-3   untuk kawasan Eropa.

Variabel yang digunakan dalam membuat indeks meliputi tiga subindeks yakni regulasi (kebijakan dan regulasi, lingkungan dan keberlanjutan, keamanan, kesehatan dan higinitas, dan prioritasisasi), subindeks lingkungan bisnis dan infrastruktur (infrastruktur transportasi udara), transportasi darat, infrastruktur pariwisata, kompetitas harga), subindeks manusia, budaya dan sumber daya alam (SDM, afinitas, sumber daya alam, sumber daya budaya, perubahan iklim). (paip)

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s