Pusat Analisis Informasi Pariwisata

Icon

Wajah Indonesia dalam “Bidding” FIFA World Cup (2)

Oleh Jones Sirait

Kita punya sejumlah catatan yang kiranya bisa menjadi perhatian pihak PSSI dalam pertarungan bidding ini hingga 14 Mei 2010, tanggal yang ditetapkan FIFA sebagai batas waktu bagi masuknya dokumen lengkap bidding, termasuk dalam menghadapi pertemuan penentuan pada Desember 2010.

Pertama, mengenai tim bidding dan kampanye yang paripurna yang harus menjadi “Indonesia Team” termasuk jaminan bagi pendanaannya. PSSI sebagai calon tuan rumah akan konyol rasanya kalau maju seorang diri. Ini terkait dengan pertanyaan bisakah pengurus teras di PSSI menjadikan ambisi pribadi menjadi ambisi bangsa dan menarik seluruh komponen bangsa ini bersatu untuk menjadi satu tim untuk membawa event besar ini ke Indonesia?
Read the rest of this entry »

Filed under: Destinasi, MICE

Wajah Indonesia dalam “Bidding” FIFA World Cup (1)

Oleh Jones Sirait

Skeptis dan pesimis. Itulah yang tergambar dari sejumlah komentar di Indonesia ketika asosiasi sepakbola kita, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), secara resmi mengajukan diri menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2018 atau 2022 sebelum batas waktu yang diberikan FIFA yaitu 2 Februari 2009 lalu.

Sejumlah alasan untuk pesimis itu sudah disampaikan, misalnya, soal prestasi sepakbola kita yang jeblok. Masa, peringkat 144 dunia dengan “pemain dan penonton hobi menggebuki wasit” berani ikut bidding event besar sekelas FIFA World Cup? Masa, sebuah bangsa yang infrastrukturnya saja masih repot begitu nekad? Masa, sebuah negara yang selalu saja diganggu oleh aksi keamanan seperti terorisme tak mengukur diri?

Read the rest of this entry »

Filed under: MICE

Menggerakkan Wisatawan Nusantara Tak Cukup dengan Slogan

Oleh Jones Sirait

SEMUA sepakat bahwa pasar wisatawan nusantara/domestik memiliki peran sangat strategis dalam pariwisata Indonesia. Potensi sangat besar, meliputi 230 juta penduduk. Betul. Tapi masalahnya adalah banyak orang yang cukup puas dengan slogan. Mereka lupa bahwa pariwisata bukan slogan, tapi upaya menjawab bagaimana cara menggerakkannya?

Pentingnya posisi wisatawan nusantara ini dapat dilihat dari kemampuan mereka untuk menggerakkan bisnis pariwisata khususnya dalam kondisi lesu kunjungan wisatawan asing. Dari sekitar 50-60 persen tingkat hunian hotel berbintang, biasanya hanya 5-10 persennya saja yang dihuni wisatawan asing, selebihnya justru diisi oleh wisatawan domestik. Termasuk di sini adalah hotel-hotel bermerek asing.

Read the rest of this entry »

Filed under: Destinasi, Pemasaran

Dark Tourism (2): Peluang Indonesia Sebagai Destinasi Utama

Oleh Jones Sirait
Pusat Analisis Informasi Pariwisata

TUHAN menciptakan Indonesia dengan kondisi geologis dan geografis yang akrab dengan bencana. Para ahli geologi mengibaratkannya seperti negeri “lingkaran api” (ring of fires). Kejadian alam yang maha dahsyat yang merenunggut korban harta maupun nyawa telah akrab terjadi di sini. Sebut saja peristiwa meletusnya Gunung Krakatau 1881 dan gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut 26 Desember 2004, termasuk tentunya peristiwa letupan-letupan lain di berbagai daerah, seperti di Papua, NTT, Lampung dan lainnya.

“Warisan” bencana lainnya dapat ditemukan dari rekam jejak kasus penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan lainnya, hingga kasus-kasus tragedi sosial seperti kerusuhan Mei 1998, pembantaian yang dilakukan Westerling di Sulawesi Selatan, kasus Sampit, kasus Ambon, kasus serangan teroris di Bali pada 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005 di Bali, dan masih banyak lagi, termasuk berbagai konflik separatisme. Yang kesemuanya tentu memiliki persamaan yakni telah menyita perhatian masyarakat dunia, menyebabkan jatuhnya korban yang kemudian meninggalkan seribu kisah mengharu-biru, termasuk dengan sejumlah dokumentasinya.

Read the rest of this entry »

Filed under: Destinasi

100 HARI PEMERINTAHAN Keasyikan Berkunjung, Lupa Kerja

Suara Karya, Senin, 18 Januari 2010

JAKARTA (Suara Karya): Kinerja pemerintah di bidang pemberdayaan perempuan/ perlindungan anak, kepariwisataan, serta lingkungan hidup dalam masa seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, yang berakhir Februari 2010, tidak cukup mengesankan. Masing-masing seperti keasyikan melakukan kunjungan kerja ke sana kemari, sementara tindakan-tindakan lebih konkret seolah terlupakan.

Begitu juga kurang lebih di bidang kepemudaan dan olahraga. Pemerintah terkesan gamang atau tak tahu harus berbuat apa. Bahkan sekadar mencari tahu masalah-masalah yang membelit tiap cabang olahraga pun sejauh ini belum terlihat dilakukan pemerintah.

Demikian rangkuman evaluasi sejumlah kalangan mengenai kinerja pemerintah di bidang pemberdayaan perempuan/perlindungan anak, kebudayaan/kepariwisataan, dan lingkungan hidup terkait program seratus hari KIB II. Secara keseluruhan, mereka memberikan penilaian rata-rata lima terhadap kinerja pemerintah di keempat bidang itu.

Read the rest of this entry »

Filed under: Destinasi, Pemasaran

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 18 other followers

Diperbolehkan untuk mengutip sebagian atau seluruh artikel dalam blog ini, dengan menyebut dan menulis link ke sumbernya. Terimakasih.

Utamakan Indonesia

Travel Blogs
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.